Manajemen Eliminasi Uri Pada Pasien Post Operasi Turp dengan Gangguan Eliminasi Urin

Penulis

  • Epi Rustiawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Wina Meydina Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author

Kata Kunci:

Eliminasi, BPH , Manajemen , Post Operasi TURP, Urin

Abstrak

Gangguan eliminasi urine merupakan salah satu masalah yang terjadi pada pasien post operasi  transurethral resection of the prostate (TURP) atas indikasi benign prostatic hyperplasia (BPH). Tanda gejala  yang timbul,  pasien mengeluh urine berwarna kemerahan, nyeri pada peruta area bawah dan terpasang kateter. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui mengetahui gambaran asuhan keperawatan gangguan eliminasi urine pada pasien post operasi TURP dengan tindakan manajemen eliminasi urine di RSUD Banten Serang. Metode penelitian mengunakan studi kasus pada pasien BPH  pasca operasi TURP. Hasil penelitian  pengkajian yaitu ditemukan pada kedua pasien yaitu tidak nyaman terpasang chateter, pasien terpasang 3 way kateter, terpasang irigasi  NaCl 0,9 % 1000 cc. Diagnosis Keperawatan gangguan eliminasi urine berhubungan dengan tindakan medis dan diagnostik (TURP). Tindakan yang diimplementasikan yaitu manajemen eliminasi urin. Evaluasi pada kedua pasien diperoleh tidak ada distensi kandung kemih, berkemih tidak tuntas membaik, karakteristik urin tidak merah. Kesimpulan yang didapat yaitu Pasien post operasi TURP indikasi BPH mengalami masalah gangguna eliminasi urin. Oleh karena itu perawat harus melaksanakan asuhan keperawatan pasien post operasi TURP indikasi BPH mengalami masalah gangguna eliminasi urin diperlukan manajemen eliminasi uri pada komprehensif, terutma intake dan output cairan.

Diterbitkan

2024-07-03

Terbitan

Bagian

Keperawatan Medikal Bedah

Cara Mengutip

Manajemen Eliminasi Uri Pada Pasien Post Operasi Turp dengan Gangguan Eliminasi Urin. (2024). Jurnal Studi Keperawatan, 1(2), 73-78. https://journal.edukalia.id/index.php/JNS/article/view/27