Epidemiologi Dual Burden Gizi: Stunting dan Obesitas dalam Perspektif Regional Indonesia berdasarkan Data Indonesia Family Life Survey
Kata Kunci:
IFLS, obesitas, stuntingAbstrak
Indonesia menghadapi tantangan gizi ganda, yaitu prevalensi stunting dan obesitas meningkat secara bersamaan. Stunting pada masa kanak-kanak berisiko menyebabkan obesitas dan penyakit tidak menular di kemudian hari. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 1993 dan 2014. Sampel penelitian terdiri dari individu pada tahun 1993 yang berusia 2–5 tahun kemudian dilihat perkembangannya hingga usia 23–26 tahun pada tahun 2014. Analisis statistik dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi status gizi stunting, obesitas, serta faktor sosiodemografi. Pada tahun 1993, prevalensi stunting sebesar 44,9%, sementara pada tahun 2014 sebesar 25,9% responden mengalami obesitas. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stunting meliputi berat badan lahir rendah, tingkat pendidikan ibu yang rendah, dan pemberian ASI yang tidak optimal. Sementara itu, obesitas pada masa dewasa dipengaruhi oleh gaya hidup sedenter, pola makan tinggi energi, dan faktor genetik. Studi ini mengonfirmasi secara epidemiologi kejadian stunting dan obesitas. Diperlukan intervensi gizi berkelanjutan serta kebijakan multisektoral untuk mencegah stunting, obesitas dan risiko penyakit tidak menular di masa depan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Henny Kurniati (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2023. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted use, distribution and reproduction in any medium

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.